Seperti Amir, tokoh utama dalam The Kite Runner, aku kembali ke Afghanistan setelah 27 tahun berlalu. Seperti Amir, aku mengira telah melupakan negeri ini. Ternyata tidak. Mungkin Afghanistan pun belum melupakanku. Tetapi, tidak seperti aku, Amir kembali untuk alasan yang lebih mulia. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan seorang anak yang belum pernah dikenalnya. Untuk menebus dosa-dosanya. Saat berada di tengah riuh rendah jalanan Kota Kabul, aku tenggelam dalam rasa bersalah yang selama bertahun-tahun menghantui Amir. Di Afghanistan, aku berusaha membangkitkan kenanganku, dan di tempat yang sama, Amir harus berjuang melawan kepedihan masa lalunya. Khaled Hosseini "Kuat dan menyentuh." --The New York Time Book Review "Luar biasa." --People "Menghanyutkan." --San Francisco Chronide "Brilian." --The New York Times [Mizan, Qanita, Novel, Indonesia]
16
0
16